Terasa disentap jantung ku tatkala itu,
Terasa lemah seluruh badanku,
Terasa hinanya diriku,
Terasa ku lupa siapa aku yang dulu.

Ku sangka ku mulai hilang kesedaran diri,
Sedangkan pertimbangan ku telah hilang lama dulu,
Kekuatan ku yang dulu adalah kelemahan mu,
Kini yang tinggal hanyalah kelemahan diri...

Betapa ku hilang kewarasan akal,
Betapa ku hilang keyakinan diri..

Ku tinggalkan tegarnya hati,
Ku tinggalkan teguhnya pendirian diri,
Ku jauhi indahnya penilaian hati,
Ku hindari anggunnya tafsiran mimpi...

Demi sebuah mimpi yang tak pasti,
yang pudar dan melemahkan hati,
nan agungnya hanya pada keindahan duniawi,
kerna hilangnya pertimbangan diri....

2 comments:

Rabetsa Kariono said...

Mimpi...
Takkan pernah jadi kenyataan...
Namun mimpi kan selalu ada dalam kenyataan... dalam kehidupan...

tak bisa kah kau berlari dari mimpi?...

Mata penaku Habis dakwat said...

Tak semua mimpi takkan jadi kenyataan..
Dan tak salah untuk bermimpi.
Tapi bila insan leka untuk menilai sesebuah mimpi..
Dan hanyut dek mimpi ngeri yang menganiaya diri...
Dia takkan mampu lari dari mimpi.

Insan hanya mampu lari dari mimpi bila dia tersedar dari lenanya, kealpaanya...

Thank you XD xoxo